Tampilkan postingan dengan label Bagi Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bagi Cerita. Tampilkan semua postingan
Minggu, 03 Februari 2013

Tentang mengkritisi: Ngomong tanpa Bertindak

update twitter 4 Februari 2013

kalo mau memperbaiki, gausah cuma ngemeng2, dan cuma jadi penonton. masuk ke dalamnya, rubah birokrasi yg ada.

hanya mengamati, menjudge, dan tidak tau menahu data statistik yg ada, hanya berupa omong kosong yg tak berujung.

mengkritik itu mudah, mengamati itu gampang,. yg sulit memberikan solusi dan mau untuk merubah ke dalamnya. anda berani? saya tdk yakin

anda siap menjadi pengubah di dalamnya? wong ketika ditanya, anda selalu berfikir secara umum, 'rubah dulu diri sendiri, baru rubah yg lain'

mau sampai kapan? perubahan itu butuh kekonsistenan. berubah mudah, konsisten yg sulit. memperbaiki diri sendiri itu tdk ada ujungnya

apabila terus memperbaiki diri sendiri dan melupakan yg lain, bukannya terkesan egois? terkesan eksklusif? berhentilah untuk terus egois

berani mengkritik dan tidak bergerak. kalau anda siap, sini bareng saya kita merubah bersama tanpa harus banyak bicara.

kita saling berdiskusi, bukan saling mengkritisi yg berimbas utk menjatuhkan. tuangkan ide2 anda dan kita realisasikan bersama.

"berbicara dan mengkritisi itu mudah, tapi bertindak untuk melakukan sebuah perubahan itu yg sulit."
Baca Selengkapnya ...
Sabtu, 01 Desember 2012

Ikhlas: Yang tersembunyi di dalam yang Tersembunyi


Ikhlas itu sesuatu yang tersembunyikan, berbentuk abstrak, dan tidak ada yang mampu menggambarkannya secara detail ataupun nyata.
Ikhlas itu hanya bisa dirasakan, oleh yang merasa dan yang Maha Pemberi Rasa.

Ikhlas itu, sesuatu yang tersembunyi di dalam yang Tersembunyi.
Sebegitu tersembunyi nya sebuah kata ikhlas.

Ketika lidah berucap, "Gw ikhlas" "Gw mengikhlaskan" "Gw udah ikhlas koq", itu semata-mata hanya lidah yang berkata. Untuk rasa yang sesungguhnya, tidak ada seorang pun yang tau. Bahkan terkadang, diri sendiri pun masih belum tau keberadaan ikhlas di hatinya. 

Memang benar ikhlas itu sulit, namun benar juga ikhlas itu mudah. Sulit sesulitnya menyentuh udara, mudah semudah menghirup udara. Ikhlas itu rumit, namun sederhana. Ikhlas itu ada, namun terkadang seolah tidak ada. 

Keikhlasan rasa cinta terhadap sahabat, keluarga, suami, anak.. Akankah itu diselimuti oleh keikhlasan, ataukah hanya sekadar kewajiban, ataukah ingin mendapatkan timbal balik? Cinta kepada Allah swt, dan pada Rasulullah swt?

Ada sebuah kalimat yang dipopulerkan oleh Ahmad Dhani dan Alm. Chrisye, 
"Jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kau bersujud kepada-Nya?"

Baca Selengkapnya ...
Rabu, 28 November 2012

Kebaikan yang Dicurigai



Sumber: google.com
"Si A kemaren sumbangannya ke pondok di atas 10 juta loh. Pasti biar bisa diliat orang kaya."


"Ngapain sih mereka pada heboh tentang Palestina, padahal biasanya cuek-cuek aja tuh. Mentang-mentang lagi rame aja, jadi pada latah."

"Ih si B tumben banget Solat Dhuha, pake baca Al-Qur'an pula. Lagi tobat ya mas?"

"Kamu ngapain nikah muda? Ga kuat ya? Udah, kerja dulu, lulus dulu."


Hummm..

Itu beberapa kalimat yang banyak terucap di lingkungan kita saat ini. Ko' orang mau berbuat baik wong dimarahi? Orang mau beramal ko' malah dicurigai, dikutuki? Memangnya surga cuma buat elo doang? Tentu saja jawabannya tidak, bukan?

Kebaikan orang lain kita curigai, sama saja kita berfikiran buruk atau bersuudzon terhadap sesama saudara kita. Silakan bersuudzon, namun sesuai porsinya. Suudzon untuk waspada dari hal-hal yang dapat menjerumuskan ke arah yang tidak baik, atau membahayakan diri sendiri, itu diperbolehkan. Namun apabila suudzon untuk amal perbuatan orang lain, untuk apa? Sebegitu pedulinyakah dengan amal ibadah orang lain?

Seharusnya kita bangga dan bahagia saudara-saudara kita itu diberikan hidayah-Nya untuk berbuat baik, dan mulai peduli dengan nilai spiritualitasnya. Untuk masalah isi hati atau niat yang ada di dalam diri mereka, itu sama sekali bukan urusan kita. Kita tidak berhak ikut campur untuk urusan orang lain dengan nilai spiritualitasnya.

Wajar kita heran atau bertanya-tanya karena adanya perubahan dari saudara kita yang tidak biasanya dia lakukan. Kita merasa asing, dan ada saja perasaan tidak terima dengan nilai positif yang ada di dalam diri mereka. Hati-hati, setan sedang mengaduk-aduk isi kepala kita. Ada rasa iri yang bercampur dengan suudzon serta tidak terima dengan kebaikan orang lain.

Cara untuk menghindari kecurigaan salah satunya dengan perbanyak berfikir positif. Gw pribadi mampu menyelesaikan masalah dengan berfikir positif, meski terkadang terasa sulit, karena banyaknya pikiran-pikiran negatif yang lebih mampu menyerang rongga pikiran dan hati kita. Namun, kekuatan untuk mau berfikir positif mampu dibangun oleh diri sendiri, dengan dibantu masukan-masukan dari lingkungan sekitar yang membangun. Apa salahnya kita tersenyum dan merasa bahagia dengan aura positif yang dipancarkan dari saudara kita? Dan mari kita tambah lagi aura positif yang ada, dengan meningkatkan nilai kebaikan dan ibadah pada diri kita.

Berlomba-lomba untuk kebaikan, bukan berkompetisi untuk memenangkan sebuah kebaikan. jk

Sumber: google.com

Baca Selengkapnya ...
Selasa, 20 November 2012

Intermezzo: Memilih pasangan hidup



Sebenarnya gw sedikit ragu (geli tepatnya.. hehe) untuk menulis postingan kali ini. Buat beberapa yang baca, mungkin akan tertawa-tawa, mungkin ada juga yang complain dan bilang “Apaan sih?” setelah baca postingan gw yang satu ini.

Yap, tema kali ini adalah tentang memilah dan memilih suami idaman. Hahahaaaaa.. Waduh, tapi gw wajar dong memposting hal ini. Toh gw cewe, dan gw pun sudah cukup umur untuk membicarakan hal ini (buat info, umur gw 22 tahun. Hoho...).

Buat para wanita yang masih lajang dan juga single, ataupun jomblo.. Sebenernya tipe ideal kalian untuk memilih laki-laki itu seperti apa sih? Nah, berdasarkan beberapa sumber, naluri pribadi, dan obrolan dengan banyak wanita lainnya, gw dapat menyimpulkan hal-hal yang dicari wanita untuk mendapatkan pasangan hidup.

   
      1. Ganteng atau Tampan
Sumber: google.com

Pasti ada saja yang bilang kalau ini tidak penting. 
Hey girls, apa kalian tidak ingin memiliki keturunan yang berparas baik? Maka gen-nya pun harus baik pulak. Memang ukuran ketampanan itu relatif, selera para wanita berbeda-beda. Penampilan luar adalah hal pertama yang biasanya wanita lihat, ada juga istilah ‘Dari mata, turun ke hati’. Sama halnya dengan gw, gw tidak munafik melihat wajah dari si lelaki. Menurut gw, lelaki yang tampangnya oke sesuai selera gw yaitu Kyuhyun Super Junior.


          2. Kekuatan pengaruh

Maksudnya disini yaitu, seberapa populer si lelaki. Bisa dibilang ini juga selera relatif para wanita, yaitu populer dari bidang masing-masing, biasanya dari segi ke-organisasian, ke-masyarakatan, dakwah, sisi akademis, dan lain sebagainya. Bahkan seseorang yang memiliki pengaruh karena dia tidak berpengaruh sama sekali pun mampu memikat wanita (Nah loh? Bingung kan?). 

Gw lebih suka tipe yang berpengaruh di bidang organisasi, dan juga akademisi, karena menurut gw mereka nampak cerdas dan bersinar-sinar.. Tringg.. Tringg..


3. Sifat yang Baik-baik

Siapa yang tidak mau berpasangan dengan manusia yang baik-baik, tanpa cela, sedikit nampak ‘sempurna’? Pastinya ini hal utama yang biasanya wanita lihat. 

Meskipun ketampanan tidak ‘oke’, bukan tipe berpengaruh (mungkin cupu), tapi apabila si lelaki memiliki nilai positif (biasanya baik, rendah hati, bijaksana, dan lain sebagainya), para wanita pun bisa jatuh cinta kepadanya. Bahkan mungkin secara total, dan siap hidup dengannya. Jarang wanita yang ingin hidup dengan orang yang sombong, sering membual, sering berbohong, ataupun psikopat. Ada saja sebenarnya yang bisa tahan dengan lelaki dengan sifat yang buruk, biasanya dikarenakan si lelaki orang kaya, ataupun keluarga ningrat. Tapi menurut gw, itu bukan cinta namanya, hanya nafsu dunia semata.


4. Orang yang biasa.. (Biasa punya mobil, biasa punya rumah tingkat 4, dan sebagainya)

Memang uang itu sangat penting untuk menjadikan hidup lebih baik. Tanpa uang, kita tidak bisa beli apa-apa, dan bisa menjadi jatuh miskin. Rata-rata wanita jaman sekarang, sulit untuk menerima lelaki yang belum berpenghasilan untuk menjadi suaminya. Jangankan menjadi suami, menjadi pacar pun biasanya mereka berfikir terlebih dahulu. 

Ada saja wanita (bahkan sudah banyak sekarang) yang mendahulukan tipe yang ‘biasa’ seperti ini. Mau tampangnya pas-pasan, maupun sifatnya yang jelek, tapi kalau hartanya melimpah dan memiliki kekuasaan disana-sini, banyak wanita rela mengantri mau jadi istri kedua, ketiga, dan seterusnya. Menurut gw, memang materi hal yang penting, tapi tidak harus menghalalkan segala cara untuk mencari pasangan hidup yang kaya raya, toh kekayaan tidak selamanya bukan? Tapi tetap saja, memang harus mencari calon suami yang sudah berpenghasilan cukup, untuk membiayai istri dan anak-anaknya kelak.


5. Agamanya baik

Ini faktor terpenting dari semua kriteria yang ada. Memang cinta itu tidak mengenal siapa atau apa yang mampu membuatnya jatuh cinta. Terkadang ada yang sudah jatuh cinta dengan seorang lelaki, ternyata solatnya masih bolong-bolong, ngajinya masih belepotan, ataupun suka ‘mabal’ puasa. Tidak salah memang mencintai, tapi tetap kita mencari suami yang kelak akan menjadi imam kita untuk membawa kita sekeluarga ke surga. 

Kalau seperti itu, adakah jaminan kita bisa ke surga? Bahkan mungkin untuk dirinya sendiri pun, belum pasti bisa. Gw membicarakan hal ini bukan berarti gw menyuruh untuk mencari suami yang lain. Tapi apabila memang sudah dijodohkan dengan yang demikian, maka mulailah dari diri kita sendiri. 
Kita solatnya sudah baik belum? 
Puasanya? Ngajinya? 
Karena ada istilah “Jodohmu, ya cerminan dirimu”. Kita mulai berubah dan mengajak si dia untuk berubah. Pelan-pelan, tapi pasti. Insya Allah bisa menjadi lebih baik lagi. Amin.. 


Sumber: google.com

Sedangkan untuk yang masih mencari, tidak harus mencari dari pesantren ke pesantren, insya Allah ada lelaki yang agamanya baik meski belum pernah pesantren. Dan tetap, kita juga harus meng-upgrade diri. Ingin suami atau jodoh yang soleh, maka kita pun harus menjadi solehah.

Itu beberapa tipe atau jenis laki-laki idaman para wanita saat ini. Tinggal kita memilih, mana  yang memang kita inginkan dan kita butuhkan. Jangan sampai salah memilih, (itu pesan buat gw juga!) dan rezeki itu tidak pernah terbalik. Allah sudah menyiapkannya masing-masing untuk kita. Bagi yang masih single/lajang , pasti harap-harap cemas, dan sedang ‘menunggu’. 

Maka, selamat menunggu, sabar, dan berikhtiar dengan baik. Semangat!! ^^
Baca Selengkapnya ...
Senin, 19 November 2012

Kawan: Hanya mengingatkan



Tidak ingin menjadi orang yang sombong..
hanya berusaha menjalani perintahNya..
hanya berusaha peduli pada agamaNya..
biarlah banyak yang mengejek..
menertawakan..
menyepelekan..
yang jelas, bukan dia yang menilai..
tapi Dia..
Memang diri ini bukan sang pengendali hati yg baik..

Sungguh ironis ketika mengetahui ini..
perubahan..
Paradigma yang termundurkan..
Ketidakpercayaan..

Hanya mampu berdoa..
Semoga dibukakan kembali hati dan nurani nya..

Diri ini tak pernah membenci..
tak pernah meminta untuk dibenci..


Hanya ingin bilang..
"Hati-hati dengan tulisanmu.. bahasamu..
karna aku pun mencoba berhati-hati..
Semoga Dia selalu memuliakan jalan-jalan kita.."

Baca Selengkapnya ...

Cerita: Sebuah catatan pendosa



Beruntunglah orang-orang yang terlahir dengan dikelilingi iman dan Islam yang kuat..
Dari keluarga yang paham.. Lingkungan yang Islami..
Namun janganlah berkecil hati.. Bagi yang terlahir di keluarga sederhana.. Yang hanya sekedar tau Shalat.. Tetaplah berjuang untuk-Nya..

Menjadi seorang santri.. Seorang hanif.. Seorang ulama.. Seorang ustadz.. Seorang aktivis dakwah...
Menjadi tolak ukur di masyarakatnya.. Berpakaian dengan tepat.. Hafidz dan hafidzah..

Dan ada kalanya seorang manusia menjadi sangat berdosa.. Seorang pendosa berat..
Hampir berzina atau telah melakukannya.. Membunuh.. Meminum khamr..
Berkali-kali.. Dengan sadar..
Tak kenal siapa, Dan darimana mereka.. Latar belakangnya seperti apa.. Atau dengan siapa..
Dan yang mengherankan.. Hanya dia dan Dia lah yang tau..
Sedangkan di depan, mereka pemegang amanah.. Ketua Majelis.. Ustadz dan Ustadzah.. Ulama besar.. Aktivis dakwah.. Tetap seperti itu..

Kemudian pada suatu titik, mereka jenuh..
Muak..
Dan rindu akan-Nya..
Entah kenapa kembali lagi mereka melakukannya..
Namun tersadar kembali..

Dan ketika sudah hilang semua keinginan dan nafsu itu..
Maka saling bercucuran air matalah mereka..
Bahkan sudah kering air matanya.. Hingga tak sanggup lagi menangis..

Mereka menangis karna merasa TAK MUNGKIN TERAMPUNI..
Merasa bahwa mereka TAK PANTAS BERSUJUD dan MENGHARAP-NYA lagi..
Mereka merasa..
KAMILAH PENGHUNI NERAKA!!

Kemudian..
Mulailah cobaan berat pada mereka..
Banyak yang berguguran dan tetap menjadi PENDOSA karena rasa malu itu..
Mereka merasa sudah tidak bisa lagi kembali.
NAMUN ITU SALAH!
Syaitan yang membuat mereka tetap salah!

Kemudian.. Ada yang tetap berpura-pura..
menjalankan semua dosa itu, dan tetap menjadi orang 'suci'..
Munafik!

Dan yang terakhir..
Ada pula manusia yang memilih kembali pada Nya..
Dengan berbekal rasa malu yang besar..
Malu karena rasa salah-Nya pada Allah..
Untaian air mata lebih mudah turun dimatanya..
Karena 1 hal, dia takut untuk menjadi seorang pendosa lagi!
Bercampur dengan rasa bahagia, damai dan tenang karena Allah sayang padanya.

Banyak orang menghujat..
Tapi apa kita hidup karena omongan mereka?
Apa kita hidup karena untuk diperhatikan mereka?
TIDAK!!

Allahu' Rahman..
Allahu' Rahiim..
Allah.. Allah..
Nikmat iman dan Islam itu..
Kenikmatan yang lebih dahsyat dibandingkan nikmat dunia manapun..

Maka janganlah ragu untuk kembali pada Nya..
"Wahai anak Adam, sepanjang engkau memohon ampun padaKu dan berharap padaKu akan Aku ampuni apa yang telah kamu lakukan, Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, jika dosa-dosamu setinggi awan di langit kemudian engkau meminta ampunan kepadaKu akan Aku ampuni. Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau datang kepadaKu membawa kesalahan sebesar dunia kemudian engkau datang kepadaKu tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu pun, pasti Aku akan datang kepadamu dengan ampunan sebesar itu pula." (HR. Tirmidzi)


Baca Selengkapnya ...

Pacaran sebagai Pilihan: Ya atau Tidak?

Membahas hal ini, sebenarnya adalah sebuah hal yang cukup sensitif di kalangan generasi muda. Kenapa? Karena hal ini masih menjadi pro dan kontra dengan cara yang berlebihan. Kenapa berlebihan? Karena banyak yang tidak mau diganggu gugat tentang masalah pacaran yang berbau ke arah "Perasaan".

Gw menulis postingan ini, bukan berarti gw ga pernah pacaran, gw pernah berpacaran beberapa kali, dan gw mengakui itu. Berdasarkan pengalaman, pengamatan, dan obrolan dengan orang lain, akhirnya gw memutuskan untuk membuat postingan ini.

Sebenarnya, apa sih itu pacaran?
Pacaran adalah hubungan tanpa ikatan secara sah, yang hanya terdiri dari ikatan batin dan komitmen. Ketika ada yang bertanya, apa bedanya HTS (Hubungan tanpa Status), TTM (Teman Tapi Mesra), dan pacaran? Gw bisa menjawab, Tidak ada bedanya. Yang berbeda hanyalah biasanya yang HTS dan TTM masih bisa berhubungan dengan orang lain, dan itu tidak dikategorikan selingkuh. Tapi kalau interaksi, menurut gw sama saja, smsan dengan intens, saling memperhatikan, dan lain sebagainya.

Beberapa hal yang membuat orang memilih untuk siap dan berani berpacaran atau HTS, diantaranya:

1. Kesepian 
    Rata-rata banyak yang berpacaran karena alasan ini. Biasanya adalah orang-orang yang tidak memiliki 
   banyak teman, atau mungkin orang-orang yang teman-temannya sudah duluan lulus kuliah ataupun bekerja, 
   sehingga tidak ada teman hang-out. Maka pacaran lah menjadi pilihan.

2. Kasihan
    Ada saja orang yang memutuskan untuk menerima seseorang menjadi pacarnya dikarenakan alasan ini. 
    Misalnya dia sudah lama dikejar-kejar, dan si cowo sudah melakukan apapun demi si cewe, akhirnya 
    karena kasihan, diterima dan mereka pun pacaran. Biasanya pacaran mereka tidak langgeng, karena si 
    cowo akhirnya sadar bahwa si cewe hanya menerima dikarenakan kasihan.

3. Gengsi karena terlalu lama menjomblo
     Biasanya ada sekelompok cewe ataupun cowo yang menjadikan pacaran sebagai taruhan. Apalagi bila 
     dia sudah lama jomblo, atau tidak pernah pacaran. Ini biasanya hanya pacaran main-main.

4. Ingin melakukan yang 'aneh-aneh'
    Tidak dipungkiri, dalam usia-usia produktif baik laki-laki maupun perempuan sudah paham akan hal-hal 
    yang berbau 'aneh-aneh' atau lebih tepatnya masalah 'seksual'. Ada beberapa kasus dimana pacaran 
    dijadikan sebagai tempat pelampiasan nafsu belaka, tanpa didasari nilai apapun. Naudzubillah.. Tapi ini 
    benar adanya dan sudah cukup banyak kasus yang mempublikasikan hal ini. Biasanya ini adalah hubungan 
    paralel, dimana masing-masing dari pasangan memiliki pasangan yang lain. 

5. Terlalu buta
    Maksud buta disini adalah sudah buta akan segala hal. Misalnya ada seorang aktivis dakwah kampus yang 
    jilbabnya besar, tapi memutuskan untuk berpacaran dengan sesama aktivis pula. Biasanya ini dikarenakan   
    adanya godaan setan, dan perasaan yang terlalu menggebu-gebu, sedangkan pernikahan belum bisa 
    dilaksanakan karena berbagai faktor. Akhirnya pasangan tersebut menghentikan karirnya dan malah terus 
    berpacaran. Biasanya hubungan ini pun kandas di tengah jalan, baik karena memang sudah sama-sama 
    sadar, atau memang salah satunya menikah dengan yang lain.

Diantara hal-hal di atas, biasanya memang banyak yang kandas ditengah jalan, ataupun ada juga yang memang berjodoh hingga menuju ke pelaminan. Dan itu bukan ditentukan oleh pacaran, tapi karena takdir Allah swt. Seperti perkataan seseorang,
"Pacaran bisa dengan siapa saja, tapi menikah adalah urusan takdir Allah swt"

Pacaran memiliki nilai positif dan negatif, yaitu:
a. Nilai positif
   Apa ya? Jujur, gw yang sudah berpacaran beberapa kali pun masih bingung nilai positifnya. Ada beberapa 
  yang bilang, keuntungannya adalah bisa mengenal dan memilih calon istri sampai mendapatkan yang terbaik. 
  Tapi menurut gw itu tidak adil, dan malah seperti coba-coba. Tapi memang, pacaran itu memberikan 
  euforia terhadap setiap manusia. Merasa ada yang memperhatikan, merasa bahagia, tapi jujur saja, ketika 
  semua kandas, rasanya semu dan wajar saja, terasa sakit.

b. Nilai Negatif
   1. Boros
      Pacaran itu harus saling traktir, saling jajanin, saling mengeluarkan uang demi kepentingan bersama. Dan 
      harus ada momen jalan-jalan, makan di luar (apalagi anak kosan, bisa jadi miskin mendadak gara-gara 
      pacaran). Belum lagi pulsa yang membengkak. Memang memberikan kebahagiaan, yang penting terasa 
      senang, tapi kasihan orang tua. Benar kan?

   2. Patah hati ketika Putus
      Pernah merasakan patah hati? Oleh cinta pertama? Ditinggalkan ketika sedang menjalani hubungan? 
      Paham kan rasanya? Subhanallah.. Rasa sakit yang luar biasa. 

  3. Memecah konsentrasi
     Ketika sedang ada kepentingan, mengerjakan tugas, atau bekerja, tiba-tiba si pacar sms dan merengek 
     untuk minta diantar ke suatu tempat. Kita bilang tidak bisa, tapi dia malah mengancam untuk putus dan 
     menteror kita. Akhirnya kerjaan kita jadi tidak selesai, dan yang ada malah kesal dalam hati.

  4. Dekat pada Zina
    Ini jelas terjadi pada orang pacaran. Dimulai dari pegangan, pelukan, ciuman, dan sampe hubungan suami-
    istri. Sudah banyak kejadian sex bebas di luar nikah, berganti-ganti pasangan, bahkan sudah jadi tren di 
    kalangan anak muda melahirkan di luar nikah. Astaghfirulloh! Ingat pada dosa, ingat orang tua. Yang malu 
    bukan hanya diri sendiri, tapi juga orang tua, keluarga besar, sekolah, dan guru-guru kita. Dan hal ini tidak 
    terjadi pada anak-anak yang bergaul bebas, namun juga ada saja kejadian di kalangan orang-orang 'alim' 
    yang berjilbab. Astaghfirulloh..! 

Begitulah fenomena yang terjadi pada orang pacaran berdasarkan dari sudut pandang gw. Dan tergantung pada kalian untuk memilih pacaran. Ya atau tidak. 
Baca Selengkapnya ...
Minggu, 18 November 2012

Sebuah perbedaan


"bukankah kita diciptakan.. untuk dapat saling melengkapi.. mengapa ini yang terjadiii?"

Sepenggal lagu dari Tere itu, sekedar mengingatkan gw atas obrolan gw dan mantan gw disebuah restoran cepat saji di sebuah Mal di kota Cilegon. Tadi kita sempat debat panjang tentang sesuatu, yaitu perbedaan.

Perbedaan adalah perbandingan dari satu ataupun lebih dari sesuatu yang menampilkan nilai-nilai yang tidak sama, ataupun tidak singkron

Sebuah rasa beda yang nyata yang pernah gw rasain yaitu ketika gw menghadapi perbedaan dengan cowo gw yang sebelumnya. Seorang cowo yang dari SD sempet ada kisah cinta (cinta monyet tepatnyaa. -___-") ama gw dan ketemu lagi beberapa tahun lalu, dan kita pisah karna sebuah arti perbedaan.
Sumber: google.com

Dia dibesarkan dengan lingkungan pesantren yang jauh terkontaminasi dari dunia luar, dan dia diajarkan nilai-nilai agama dari golongan yang berbeda dari gw, dimana ormas tersebut mementingkan budaya keIndonesiaan daripada nilai keAraban. 

Gw sering diskusi panjang dengan mantan gw itu tentang masalah perbedaan ini. Gw dan dia juga sering bicara tentang arti perbedaan dalam konteks lain, yang membuat perbedaan itu seolah menjadi tidak berarti, Bahkan hampir tidak ada. Tapi ternyata, makin lama, makin terasa perbedaan antara kita berdua. Dari mulai golongan, maupun juga kasta yang sekarang malah menjadi penghalang untuk keberlanjutan hubungan kita.

Jujur saja, keluarga gw bukan dari keluarga yang paham agama, dibandingkan dengan keluarga dia yang hampir semuanya itu santri, dan kakek nya pun punya pondok yang tersohor di Jawa Barat. Itu sebenernya cukup membuat perasaan minder dari dalam diri gw. Sampai akhirnya ada sesuatu hal yang membuat gw semakin tidak yakin dengan semua ini. Dilihat dari kondisi psikologis keluarga gw dan keluarga dia, dimana keluarga gw yang biasa saja, dan keluarga dia yang harmonis dan "sangat baik".

Dulu kami harus mempertahankan arti dari hubungan ini, dan juga melihat dari kedua orangtua kita masing-masing yang sudah saling "menjodohkan". Tapi gw berfikir panjang, bahwa hal itu hanyalah istilah dari 'melarikan diri' dari realita yang ada. Bila hanya dengan cinta orang bisa menikah, mungkin akan banyak orang yang menikah dengan mudah tanpa memikirkan gini dan gono. Mungkin juga akan semakin diminamilisir nilai dari sebuah pacaran, ataupun HTS (Hubungan Tanpa Status).

Perbedaan itu..
Menjadikan sekelompok manusia yang awalnya bersatu menjadi tercerai-berai, meski dalam rumpun yang sama. Ini biasanya dikarenakan tidak adanya ikatan 'batin' yang mampu menguatkan dan mempertahankannya.  Masalah gw, cuma segelintir dari perbedaan yang dirasakan umat manusia di dunia ini. 
Dan yg gw pahami adalah, perbedaan itu Sunnatullah.. Dimana memang sudah dipastikan adanya.. Ketika manusia masih bisa berfikir, dan masi dikaruniai akal, maka semua perbedaan itu akan muncul.


Sumber: google.com

Subhanallah.. sebuah perbedaan,, yang berarti cukup dalam..

Baca Selengkapnya ...

Berubah dan Arti sebuah Perubahan



Ketika berfikir tentang arti perubahan.. Gw merenung lebih dalam dan dalam lagi.. Apa itu arti berubah??

Sumber: google.com
Berubah itu bermetamorfosa..
Layaknya kupu-kupu yang berasal dari kepompong, yang berasal dari ulat yang geli untuk dipegang, ataupun dilihat. Seekor ulat yang ditakuti para wanita, seekor ulat yang kecil, yang hanya bisa menggeliat dan merayap. Ulat yang kecil dan lemah, namun banyak manusia yang tidak mau mendekati.
Ketika menjadi kupu-kupu, banyak yang menggemari, banyak yang mengejar, banyak yang menggila dan memuja.
Seperti itulah orang yang berubah.. dari yang ditinggalkan, menjadi yang selalu dicari..
Mungkin seperti itu..


Sumber: google.com
Berubah itu layaknya berpindah tempat..
Seperti hal nya migrasi tahunan yang dilakukan burung-burung di angkasa sana.. Mencari tempat untuk melindungi dari cuaca yang berubah secara drastis, mencari perlindungan untuk keluarga dan seluruh komunitasnya.
Seperti itulah orang yang berubah.. Bergerak dari yang tidak nyaman, menjadi nyaman dan damai
mungkin seperti itu..




Sumber: google.com
Perubahan itu gw pikir, tidak selalu terlihat dari tampilan ataupun dari kemasan belaka. 

Seperti hal nya minuman kaleng, ataupun snack yang berkemasan. mudah berubah kemasannya, namun rasa, cita rasa dan cara pembuatannya sama. Hanya untuk menunjukkan atau hanya meng-up to date kemasan, atau lebih tepatnya sekedar mencari perhatian dari konsumen yang sudah mulai meninggalkan.
Jadi, perubahan lewat penampilan luar, hanyalah ajang cari perhatian..
Misalnya, saat melihat orang yang awalnya berpenampilan sopan, jilbab tertutup panjang, layaknya anak-anak tarbiyah, HTI, ataupun anak KAMMI, atau gerakan-gerakan Islam lainnya, dan berubah menjadi berjilbab gaul, apa kalian tau dia memang berubah luar dalam? Belum tentu. Gw yakin itu!


Saat gw melihat orang yang awalnya anak gaul, tidak berjilbab dan tiba-tiba berubah menjadi jilbaber dengan kerudung-kerudung panjangnya, gw yakin dengan pasti, bisa saja itu cuma topeng, atau hanya sekedar coba-coba..

Jadi menurut gw, perubahan itu dekat artinya dengan kemungkinan, nilai probabilitas. Sebuah kesempatan, sebuah hitung-hitungan. dan lebih tepatnya, perubahan itu lebih dekat dengan yang namanya teori relativitas.
Teori relativitas yang selama ini gw pahami, adalah teori dimana semua itu tidak pasti, tidak mutlak, tapi semua itu relatif.
Yang mutlak hanya satu, ALLAH AZZA WA JALLA..

Perubahan, berubah, dan mengubah diri..
Itu pilihan dan juga sebuah perjuangan. sebuah asa yang bergejolak, dan pilihan untuk melakukan untuk tidak. Apabila siap melakukan, maka telah berubah. Jika tetap stagnan, maka jelas artinya bukan? :))

pilihan itu untuk berubah,
berubah itu untuk menentukan pilihan.
Baca Selengkapnya ...