Tampilkan postingan dengan label Review Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review Buku. Tampilkan semua postingan
Rabu, 28 November 2012

Review Buku: Negeri Para Bedebah - Tere Liye


Baru pertama kali ini gw baca bukunya Tere Liye, setelah sekian lama gw direkomendasikan oleh kawan-kawan yang sudah lama menjadi fansnya beliau. Tere-Liye adalah seorang penulis yang berasal dari tanah Sumatera. Buku nya yang sudah dibuat di layar lebar yaitu: Hafalan Shalat Delisha.

Beberapa waktu lalu, beliau mengeluarkan buku terbarunya yaitu Negeri Para Bedebah. Berhubung genre buku yang ini gw rada suka, gw langsung membeli tanpa membaca sinopsisnya terlebih dahulu. Dengan cover berwarna merah yang dihiasi gambar seorang laki-laki menggunakan jas dan memakai topeng dengan hidung panjang yang menyiratkan tipu muslihat dan kebohongan, ditemani seekor serigala berbulu domba.

Halaman pertama gw buka, dan gw langsung merasakan aura buku yang penuh dengan intrik politik dan permainan orang-orang kelas atas. 

sumber: google.com

Thom adalah seorang eksekutif muda yang sukses, tampan, cerdas, dan seorang pakar di bidang ekonomi. Dia dihadapkan masalah yaitu bangkrutnya Bank yang dikelola oleh keluarga pamannya. Bank ini adalah bank raksasa yang memiliki banyak nasabah 'besar', oleh karena itu kebangkrutannya adalah kebangkrutan dari orang-orang besar petinggi di negara ini.

Dengan kecerdasannya, Thom berhasil membawa kabur om nya dari kejaran aparat dan pemerintah. Dia dituntut untuk berhadapan dengan kawan-kawannya sesama petarung di suatu klub yang biasa dia kunjungi. Kawan-kawannya ini bukan sekedar petarung biasa, namun 'petarung' dalam berbagai bidang dalam skala nasional, dari mulai polisi, politikus, TNI, dan lain sebagainya. Dengan berbagai jaringan yang dia miliki ini, menjadi peluang baik untuknya, sekaligus menjadi hambatan untuk memperlancar aksinya.

Karakter Thom adalah seorang jenius yang mampu berpikir dingin dan mempertimbangkan segala gerak dan geriknya dengan matang. Ditambah karakter lain seperti Julia (seorang reporter cantik yang mendampingi Thom), dan juga sekretarisnya yang cerdas dan memiliki akses data yang tidak terkira.

Gw baca buku ini cukup dibawa berfikir dan dipermainkan emosinya. Juga bahasa dan istilah yang cukup berat, menjadi nilai tambah untuk membaca buku yang penuh dengan kejutan ini. Gw merasa, Tere-Liye menjadikan buku ini sebagai miniatur dari kehidupan kelas atas yang ada di penjuru dunia ini, dari berbagai kalangan, dan segala manipulasinya.

Sebuah buku yang sangat asyik untuk dibaca. jk
Baca Selengkapnya ...
Senin, 19 November 2012

Review buku: 2 karya bung Vbi Djenggotten "33 Pesan Nabi"


Butuh bacaan yang segar, yang bisa ketawa yang ga cuma ketawa? Butuh buku yang sarat makna dan mampu membuat kita semakin dekat dengan-Nya?

Gw punya rekomendasi dua buku (atau lebih tepatnya 'komik') karya bung Vbi Djenggoten. Yaitu:

Sumber: google.com

33 Pesan Nabi: Jaga Mata, Jaga Telinga, Jaga Mulut

Pertama gw lihat buku ini sepertinya lucu, dan memang terbukti sangat lucu dan bisa membuat otak kita segar. Kita tertawa di awal, dan ketika di bagian akhir cerita, kita dibuat termenung dengan pesan dan hikmah yang diberikannya. 

Ditambah dengan kutipan hadits Bukhari-Muslim yang membuat kita terketuk hatinya dan dijamin langsung 'kena' deh ke hati. 
Volume pertamanya ini banyak menyindir hal-hal berupa realita yang ada di negeri kita. Dari mulai korupsi, anak-anak jalanan, rakyat miskin, dan lain sebagainya.

Bahasa yang digunakan bung Djenggotten pun cukup sederhana dan bisa dibaca oleh berbagai kalangan. (Bahkan adik gw bisa baca buku ini berkali-kali dan paham maksud dan isi dari ceritanya!)



33 Pesan Nabi: Jaga Hati, Buka Pikiran
Sumber: google.com

Volume kedua ini sama dengan volume pertama dari sisi bercerita, maupun dari gambar. Disini bung Djenggotten banyak bercerita tentang pengalaman pribadinya. Seperti cerita 'Jun' yang mampu menyadarkan bosnya, dan juga cerita Bapak Kos nya yang sangat inspiratif. Cerita terakhir dari buku ini menceritakan tentang kisah bung Djenggotten yang 'galau' tentang pekerjaannya.

Entah kenapa menurut gw, volume yang kedua ini lebih bisa bikin gw terhenyak. Masih ada nuansa komedi, tapi lebih terasa 'dalam'. 

Selamat membaca!
Baca Selengkapnya ...

Review Buku: Wisdom of Gontor


Berbagai macam buku sudah diterbitkan yang menceritakan tentang suatu ormas ataupun organisasi. Salah satu buku yang menarik perhatian gw adalah buku: Wisdom of Gontor karangan dari Tasirun Sulaiman yang diterbitkan oleh Mizan pada tahun 2009.

Sumber: google.com
Buku ini menceritakan sejarah dari Gontor yang berhubungan dengan perkembangan Islam di Indonesia. Bahasanya cukup dimengerti meski dengan banyaknya istilah Jawa yang sangat kental. Banyak pesan moral dan juga nilai-nilai kearifan yang diajarkan oleh Pondok Pesantren Gontor, di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Banyaknya tokoh-tokoh yang me-review buku ini membuktikan bahwa memang Ponpes Gontor adalah salah satu ponpes yang berhasil menghasilkan tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam berbagai bidang, diantaranya adalah Hidayat Nur Wahid, Emha Ainun Nadjib, Abu Bakar Baasyir, Ahmad Fuadi, dan lain sebagainya. 

Buku ini terlihat sebagai sebuah 'promosi' akan ponpes Gontor, namun bukan itu yang gw garis bawahi, tetapi banyaknya hikmah dan nilai-nilai perjuangan yang dilakukan ponpes ini demi perkembangan nilai Agama Islam di Indonesia, dan itu patut diacungi jempol. Silakan dibeli dan dibaca bukunya!


Baca Selengkapnya ...
Minggu, 18 November 2012

Review Buku: Tuhan. izinkan aku menjadi pelacur!


Memang sebuah judul novel yang mencengangkan dan dapat menimbulkan berbagai macam kontroversi hanya dari judulnya saja. Menurut gw, ini adalah tipikal buku yang berani dan tajam dalam memberikan kritikan pada sebuah kata 'Muslimah'.

Sumber: google.com
Mungkin bisa dibilang terlambat gw baru menulis review tentang buku ini. Tapi, dengan antusiasme tinggi, gw pengen menuliskan review buku ini dari sudut pandang gw.

Muhidin M. Dahlan atau dikenal sebagai Gus Muh adalah seorang penulis yang luar biasa berani dalam mencoretkan kata-kata yang lugas dan tegas mengenai fenomena beragama. Baik dari sudut pandang aktivis umum ataupun aktivis yang berlabelkan dakwah. Buku ini merupakan salah satu buah karyanya yang pertama gw baca, dan berhasil membuat otak gw berputar balik berfikir tentang realita yang kental dirasakan dalam buku ini.

Diceritakan seorang aktivis perempuan, seorang muslimah yang baru diperkenalkan tentang Islam garis keras. Dia masuk dengan total ke dalam organisasi tersebut, dan dia merasakan banyak hal yang 'tidak beres' dalam organisasi tersebut. Singkat cerita, akhirnya dia memutuskan untuk menjadi pembelot, dan mulai mengenal dunia 'sex' dan pelacuran. Berhubungan dengan berbagai macam lelaki dari berbagai macam kalangan. Ada aktivis dari organisasi eksternal kampus, bahkan dia pun berhubungan 'badan' dengan seorang dosen. 

Buku ini sangat luar biasa menurut gw. Selain gaya bahasanya yang lugas, tegas, juga Gus Muh mampu menggabungkan antara realita, dan dunia fiksi yang mampu memabukkan pembacanya. Pembaca pun dipaksa untuk berfikir keras tentang hal tabu yang jarang dimunculkan dalam realita tentang dunia kemuslimahan. Sang pemeran utama pun sukses memunculkan karakter yang cerdas, kritis, berani, dan mengembangkan baik sisi kewanitaannya, kemanusiaannya, maupun sisi 'binatang'nya manusia.

Bagi pembaca yang siap untuk merasakan kenyataan-kenyataan yang beda dalam dunia aktivis, silakan membaca buku yang gw rekomendasikan ini..!
Baca Selengkapnya ...