Tampilkan postingan dengan label Curhatttt. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhatttt. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 01 Desember 2012

Ikhlas: Yang tersembunyi di dalam yang Tersembunyi


Ikhlas itu sesuatu yang tersembunyikan, berbentuk abstrak, dan tidak ada yang mampu menggambarkannya secara detail ataupun nyata.
Ikhlas itu hanya bisa dirasakan, oleh yang merasa dan yang Maha Pemberi Rasa.

Ikhlas itu, sesuatu yang tersembunyi di dalam yang Tersembunyi.
Sebegitu tersembunyi nya sebuah kata ikhlas.

Ketika lidah berucap, "Gw ikhlas" "Gw mengikhlaskan" "Gw udah ikhlas koq", itu semata-mata hanya lidah yang berkata. Untuk rasa yang sesungguhnya, tidak ada seorang pun yang tau. Bahkan terkadang, diri sendiri pun masih belum tau keberadaan ikhlas di hatinya. 

Memang benar ikhlas itu sulit, namun benar juga ikhlas itu mudah. Sulit sesulitnya menyentuh udara, mudah semudah menghirup udara. Ikhlas itu rumit, namun sederhana. Ikhlas itu ada, namun terkadang seolah tidak ada. 

Keikhlasan rasa cinta terhadap sahabat, keluarga, suami, anak.. Akankah itu diselimuti oleh keikhlasan, ataukah hanya sekadar kewajiban, ataukah ingin mendapatkan timbal balik? Cinta kepada Allah swt, dan pada Rasulullah swt?

Ada sebuah kalimat yang dipopulerkan oleh Ahmad Dhani dan Alm. Chrisye, 
"Jika surga dan neraka tak pernah ada, masihkah kau bersujud kepada-Nya?"

Baca Selengkapnya ...
Senin, 19 November 2012

Kawan: Hanya mengingatkan



Tidak ingin menjadi orang yang sombong..
hanya berusaha menjalani perintahNya..
hanya berusaha peduli pada agamaNya..
biarlah banyak yang mengejek..
menertawakan..
menyepelekan..
yang jelas, bukan dia yang menilai..
tapi Dia..
Memang diri ini bukan sang pengendali hati yg baik..

Sungguh ironis ketika mengetahui ini..
perubahan..
Paradigma yang termundurkan..
Ketidakpercayaan..

Hanya mampu berdoa..
Semoga dibukakan kembali hati dan nurani nya..

Diri ini tak pernah membenci..
tak pernah meminta untuk dibenci..


Hanya ingin bilang..
"Hati-hati dengan tulisanmu.. bahasamu..
karna aku pun mencoba berhati-hati..
Semoga Dia selalu memuliakan jalan-jalan kita.."

Baca Selengkapnya ...

Cerita: Sebuah catatan pendosa



Beruntunglah orang-orang yang terlahir dengan dikelilingi iman dan Islam yang kuat..
Dari keluarga yang paham.. Lingkungan yang Islami..
Namun janganlah berkecil hati.. Bagi yang terlahir di keluarga sederhana.. Yang hanya sekedar tau Shalat.. Tetaplah berjuang untuk-Nya..

Menjadi seorang santri.. Seorang hanif.. Seorang ulama.. Seorang ustadz.. Seorang aktivis dakwah...
Menjadi tolak ukur di masyarakatnya.. Berpakaian dengan tepat.. Hafidz dan hafidzah..

Dan ada kalanya seorang manusia menjadi sangat berdosa.. Seorang pendosa berat..
Hampir berzina atau telah melakukannya.. Membunuh.. Meminum khamr..
Berkali-kali.. Dengan sadar..
Tak kenal siapa, Dan darimana mereka.. Latar belakangnya seperti apa.. Atau dengan siapa..
Dan yang mengherankan.. Hanya dia dan Dia lah yang tau..
Sedangkan di depan, mereka pemegang amanah.. Ketua Majelis.. Ustadz dan Ustadzah.. Ulama besar.. Aktivis dakwah.. Tetap seperti itu..

Kemudian pada suatu titik, mereka jenuh..
Muak..
Dan rindu akan-Nya..
Entah kenapa kembali lagi mereka melakukannya..
Namun tersadar kembali..

Dan ketika sudah hilang semua keinginan dan nafsu itu..
Maka saling bercucuran air matalah mereka..
Bahkan sudah kering air matanya.. Hingga tak sanggup lagi menangis..

Mereka menangis karna merasa TAK MUNGKIN TERAMPUNI..
Merasa bahwa mereka TAK PANTAS BERSUJUD dan MENGHARAP-NYA lagi..
Mereka merasa..
KAMILAH PENGHUNI NERAKA!!

Kemudian..
Mulailah cobaan berat pada mereka..
Banyak yang berguguran dan tetap menjadi PENDOSA karena rasa malu itu..
Mereka merasa sudah tidak bisa lagi kembali.
NAMUN ITU SALAH!
Syaitan yang membuat mereka tetap salah!

Kemudian.. Ada yang tetap berpura-pura..
menjalankan semua dosa itu, dan tetap menjadi orang 'suci'..
Munafik!

Dan yang terakhir..
Ada pula manusia yang memilih kembali pada Nya..
Dengan berbekal rasa malu yang besar..
Malu karena rasa salah-Nya pada Allah..
Untaian air mata lebih mudah turun dimatanya..
Karena 1 hal, dia takut untuk menjadi seorang pendosa lagi!
Bercampur dengan rasa bahagia, damai dan tenang karena Allah sayang padanya.

Banyak orang menghujat..
Tapi apa kita hidup karena omongan mereka?
Apa kita hidup karena untuk diperhatikan mereka?
TIDAK!!

Allahu' Rahman..
Allahu' Rahiim..
Allah.. Allah..
Nikmat iman dan Islam itu..
Kenikmatan yang lebih dahsyat dibandingkan nikmat dunia manapun..

Maka janganlah ragu untuk kembali pada Nya..
"Wahai anak Adam, sepanjang engkau memohon ampun padaKu dan berharap padaKu akan Aku ampuni apa yang telah kamu lakukan, Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, jika dosa-dosamu setinggi awan di langit kemudian engkau meminta ampunan kepadaKu akan Aku ampuni. Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau datang kepadaKu membawa kesalahan sebesar dunia kemudian engkau datang kepadaKu tanpa menyekutukan Aku dengan sesuatu pun, pasti Aku akan datang kepadamu dengan ampunan sebesar itu pula." (HR. Tirmidzi)


Baca Selengkapnya ...

Sebuah do'a: K.H. Rahmat Abdullah



Dilantunkan oleh K.H. Rahmat Abdullah pada Deklarasi Partai Keadilan
Lapangan Masjid Agung Al-Azhar Jakarta, 09 Agustus 1998, yang 
diiringi oleh tetesan air mata hadirin.


Ya ALLAH, berikan taqwa kepada jiwa-jiwa kami dan sucikan dia. 
Engkaulah sebaik-baik yang, mensucikannya. 
Engkau pencipta dan pelindungnya 

Ya ALLAH, perbaiki hubungan antar kami 
Rukunkan antar hati kami 
Tunjuki kami jalan keselamatan 
Selamatkan kami dari kegelapan kepada terang 
Jadikan kumpulan kami jama'ah orang muda yang menghormati orang tua
Dan jama'ah orang tua yang menyayangi orang muda 
Jangan Engkau tanamkan di hati kami kesombongan dan kekasaran terhadap sesama hamba beriman
Bersihkan hati kami dari benih-benih perpecahan, pengkhianatan dan kedengkian

Ya ALLAH, wahai yang memudahkan segala yang sukar 
Wahai yang menyambung segala yang patah 
Wahai yang menemani semua yang tersendiri 
Wahai pengaman segala yang takut 
Wahai penguat segala yang lemah 
Mudah bagimu memudahkan segala yang susah 
Wahai yang tiada memerlukan penjelasan dan penafsiran 
Hajat kami kepada-Mu amatlah banyak 
Engkau Maha Tahu dan melihatnya 

Ya ALLAH, kami takut kepada-Mu 
Selamatkan kami dari semua yang tak takut kepada-Mu 
Jaga kami dengan Mata-Mu yang tiada tidur 
Lindungi kami dengan perlindungan-Mu yang tak tertembus 
Kasihi kami dengan kudrat kuasa-Mu atas kami 
Jangan binasakan kami, karena Engkaulah harapan kami 
Musuh-musuh kami dan semua yang ingin mencelakai kami 
Tak akan sampai kepada kami, langsung atau dengan perantara 
Tiada kemampuan pada mereka untuk menyampaikan bencana kepada kami

"ALLAH sebaik baik pemelihara dan Ia paling kasih dari segala kasih"

Ya ALLAH, kami hamba-hamba-Mu, anak-anak hamba-Mu 
Ubun-ubun kami dalam genggaman Tangan-Mu 
Berlaku pasti atas kami hukum-Mu 
Adil pasti atas kami keputusan-Mu 

Ya ALLAH, kami memohon kepada-Mu 
Dengan semua nama yang jadi milik-Mu 
Yang dengan nama itu Engkau namai diri-Mu 
Atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu 
Atau Engkau ajarkan kepada seorang hamba-Mu 
Atau Engkau simpan dalam rahasia Maha Tahu-Mu akan segala ghaib 
Kami memohon-Mu agar Engkau menjadikan Al Qur'an yang agung 
Sebagai musim bunga hati kami 
Cahaya hati kami 
Pelipur sedih dan duka kami 
Pencerah mata kami 

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Nuh dari taufan yang 
menenggelamkan dunia 

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Ibrahim dari api kobaran yang marak menyala

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Musa dari kejahatan Fir'aun dan laut yang mengancam nyawa

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Isa dari Salib dan pembunuhan oleh kafir durjana

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Muhammad alaihimusshalatu wassalam dari kafir Quraisy durjana, Yahudi pendusta, munafik khianat, pasukan sekutu Ahzab angkara murka

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Yunus dari gelap lautan, malam, dan perut ikan

Ya ALLAH, yang mendengar rintihan hamba lemah teraniaya 
Yang menyambut si pendosa apabila kembali dengan taubatnya 
Yang mengijabah hamba dalam bahaya dan melenyapkan prahara 

Ya ALLAH, begitu pekat gelap keangkuhan, kerakusan dan dosa 
Begitu dahsyat badai kedzaliman dan kebencian menenggelamkan dunia
Pengap kehidupan ini oleh kesombongan si durhaka yang membuat-Mu murka
Sementara kami lemah dan hina, berdosa dan tak berdaya 

Ya ALLAH, jangan kiranya Engkau cegahkan kami dari kebaikan 
yang ada pada-Mu karena kejahatan pada diri kami 

Ya ALLAH, ampunan-Mu lebih luas dari dosa-dosa kami 
Dan rahmah kasih sayang-Mu lebih kami harapkan daripada amal usaha kami sendiri

Ya ALLAH, jadikan kami kebanggaan hamba dan nabi-Mu 
Muhammad SAW di padang mahsyar nanti 
Saat para rakyat kecewa dengan para pemimpin penipu yang memimpin dengan kejahilan dan hawa nafsu 
Saat para pemimpin cuci tangan dan berlari dari tanggung jawab 
Berikan kami pemimpin berhati lembut bagai Nabi yang menangis 
dalam sujud malamnya tak henti menyebut kami, ummati ummati, ummatku ummatku 
Pemimpin bagai para khalifah yang rela mengorbankan semua kekayaan demi perjuangan
Yang rela berlapar-lapar agar rakyatnya sejahtera 
Yang lebih takut bahaya maksiat daripada lenyapnya pangkat dan kekayaan

Ya ALLAH, dengan kasih sayang-Mu Engkau kirimkan kepada kami da'i penyeru iman 
Kepada nenek moyang kami penyembah berhala 
Dari jauh mereka datang karena cinta mereka kepada da'wah 
Berikan kami kesempatan dan kekuatan, keikhlasan dan kesabaran
Untuk menyambung risalah suci dan mulia ini 
Kepada generasi berikut kami 
Jangan jadikan kami pengkhianat yang memutuskan mata rantai kesinambungan ini 
Dengan sikap malas dan enggan berda'wah 
Karena takut rugi dunia dan dibenci bangsa

(sebuah pengantar dari buku karya Alm. K.H Rahmat Abdullah "Untukmu Kader Dakwah"
Baca Selengkapnya ...

Pacaran sebagai Pilihan: Ya atau Tidak?

Membahas hal ini, sebenarnya adalah sebuah hal yang cukup sensitif di kalangan generasi muda. Kenapa? Karena hal ini masih menjadi pro dan kontra dengan cara yang berlebihan. Kenapa berlebihan? Karena banyak yang tidak mau diganggu gugat tentang masalah pacaran yang berbau ke arah "Perasaan".

Gw menulis postingan ini, bukan berarti gw ga pernah pacaran, gw pernah berpacaran beberapa kali, dan gw mengakui itu. Berdasarkan pengalaman, pengamatan, dan obrolan dengan orang lain, akhirnya gw memutuskan untuk membuat postingan ini.

Sebenarnya, apa sih itu pacaran?
Pacaran adalah hubungan tanpa ikatan secara sah, yang hanya terdiri dari ikatan batin dan komitmen. Ketika ada yang bertanya, apa bedanya HTS (Hubungan tanpa Status), TTM (Teman Tapi Mesra), dan pacaran? Gw bisa menjawab, Tidak ada bedanya. Yang berbeda hanyalah biasanya yang HTS dan TTM masih bisa berhubungan dengan orang lain, dan itu tidak dikategorikan selingkuh. Tapi kalau interaksi, menurut gw sama saja, smsan dengan intens, saling memperhatikan, dan lain sebagainya.

Beberapa hal yang membuat orang memilih untuk siap dan berani berpacaran atau HTS, diantaranya:

1. Kesepian 
    Rata-rata banyak yang berpacaran karena alasan ini. Biasanya adalah orang-orang yang tidak memiliki 
   banyak teman, atau mungkin orang-orang yang teman-temannya sudah duluan lulus kuliah ataupun bekerja, 
   sehingga tidak ada teman hang-out. Maka pacaran lah menjadi pilihan.

2. Kasihan
    Ada saja orang yang memutuskan untuk menerima seseorang menjadi pacarnya dikarenakan alasan ini. 
    Misalnya dia sudah lama dikejar-kejar, dan si cowo sudah melakukan apapun demi si cewe, akhirnya 
    karena kasihan, diterima dan mereka pun pacaran. Biasanya pacaran mereka tidak langgeng, karena si 
    cowo akhirnya sadar bahwa si cewe hanya menerima dikarenakan kasihan.

3. Gengsi karena terlalu lama menjomblo
     Biasanya ada sekelompok cewe ataupun cowo yang menjadikan pacaran sebagai taruhan. Apalagi bila 
     dia sudah lama jomblo, atau tidak pernah pacaran. Ini biasanya hanya pacaran main-main.

4. Ingin melakukan yang 'aneh-aneh'
    Tidak dipungkiri, dalam usia-usia produktif baik laki-laki maupun perempuan sudah paham akan hal-hal 
    yang berbau 'aneh-aneh' atau lebih tepatnya masalah 'seksual'. Ada beberapa kasus dimana pacaran 
    dijadikan sebagai tempat pelampiasan nafsu belaka, tanpa didasari nilai apapun. Naudzubillah.. Tapi ini 
    benar adanya dan sudah cukup banyak kasus yang mempublikasikan hal ini. Biasanya ini adalah hubungan 
    paralel, dimana masing-masing dari pasangan memiliki pasangan yang lain. 

5. Terlalu buta
    Maksud buta disini adalah sudah buta akan segala hal. Misalnya ada seorang aktivis dakwah kampus yang 
    jilbabnya besar, tapi memutuskan untuk berpacaran dengan sesama aktivis pula. Biasanya ini dikarenakan   
    adanya godaan setan, dan perasaan yang terlalu menggebu-gebu, sedangkan pernikahan belum bisa 
    dilaksanakan karena berbagai faktor. Akhirnya pasangan tersebut menghentikan karirnya dan malah terus 
    berpacaran. Biasanya hubungan ini pun kandas di tengah jalan, baik karena memang sudah sama-sama 
    sadar, atau memang salah satunya menikah dengan yang lain.

Diantara hal-hal di atas, biasanya memang banyak yang kandas ditengah jalan, ataupun ada juga yang memang berjodoh hingga menuju ke pelaminan. Dan itu bukan ditentukan oleh pacaran, tapi karena takdir Allah swt. Seperti perkataan seseorang,
"Pacaran bisa dengan siapa saja, tapi menikah adalah urusan takdir Allah swt"

Pacaran memiliki nilai positif dan negatif, yaitu:
a. Nilai positif
   Apa ya? Jujur, gw yang sudah berpacaran beberapa kali pun masih bingung nilai positifnya. Ada beberapa 
  yang bilang, keuntungannya adalah bisa mengenal dan memilih calon istri sampai mendapatkan yang terbaik. 
  Tapi menurut gw itu tidak adil, dan malah seperti coba-coba. Tapi memang, pacaran itu memberikan 
  euforia terhadap setiap manusia. Merasa ada yang memperhatikan, merasa bahagia, tapi jujur saja, ketika 
  semua kandas, rasanya semu dan wajar saja, terasa sakit.

b. Nilai Negatif
   1. Boros
      Pacaran itu harus saling traktir, saling jajanin, saling mengeluarkan uang demi kepentingan bersama. Dan 
      harus ada momen jalan-jalan, makan di luar (apalagi anak kosan, bisa jadi miskin mendadak gara-gara 
      pacaran). Belum lagi pulsa yang membengkak. Memang memberikan kebahagiaan, yang penting terasa 
      senang, tapi kasihan orang tua. Benar kan?

   2. Patah hati ketika Putus
      Pernah merasakan patah hati? Oleh cinta pertama? Ditinggalkan ketika sedang menjalani hubungan? 
      Paham kan rasanya? Subhanallah.. Rasa sakit yang luar biasa. 

  3. Memecah konsentrasi
     Ketika sedang ada kepentingan, mengerjakan tugas, atau bekerja, tiba-tiba si pacar sms dan merengek 
     untuk minta diantar ke suatu tempat. Kita bilang tidak bisa, tapi dia malah mengancam untuk putus dan 
     menteror kita. Akhirnya kerjaan kita jadi tidak selesai, dan yang ada malah kesal dalam hati.

  4. Dekat pada Zina
    Ini jelas terjadi pada orang pacaran. Dimulai dari pegangan, pelukan, ciuman, dan sampe hubungan suami-
    istri. Sudah banyak kejadian sex bebas di luar nikah, berganti-ganti pasangan, bahkan sudah jadi tren di 
    kalangan anak muda melahirkan di luar nikah. Astaghfirulloh! Ingat pada dosa, ingat orang tua. Yang malu 
    bukan hanya diri sendiri, tapi juga orang tua, keluarga besar, sekolah, dan guru-guru kita. Dan hal ini tidak 
    terjadi pada anak-anak yang bergaul bebas, namun juga ada saja kejadian di kalangan orang-orang 'alim' 
    yang berjilbab. Astaghfirulloh..! 

Begitulah fenomena yang terjadi pada orang pacaran berdasarkan dari sudut pandang gw. Dan tergantung pada kalian untuk memilih pacaran. Ya atau tidak. 
Baca Selengkapnya ...
Minggu, 18 November 2012

Arti sebuah "Ulang tahun"


Setiap harinya banyak manusia yang terlahir dan hidup dari belahan dunia manapun. Setiap harinya pula, banyak manusia yang bertambah usianya. Dan setiap harinya pula, manusia kembali ke tanah, atau bisa dikatakan, manusia kembali mati dan menghadap ke hadapan sang Penciptanya.

Setiap setahun sekali, manusia mendapatkan tambahan satu angka dalam jumlah usianya. Bahkan yang lahir pada tanggal kabisat pun, dia tetap mendapatkan perlakuan sama, yaitu penambahan satu angka dalam jumlah usianya. 

Hari ini, ketika gw sedang merenung di pagi hari, gw teringat seorang sahabat yang bertambah usianya di hari ini. Pernah dulu gw berdiskusi dengan dia mengenai makna ulang tahun yang biasanya dirayakan oleh orang-orang dengan pesta ataupun syukuran, baik dengan keluarga maupun dengan teman-temannya.

"Gw biasa aja kalo inget ulang tahun. Karena Rasul pun tidak mengajarkan harus merayakan ulang tahun."  Dia menjelaskan dengan sorot mata yang tajam.
"Kalo misalnya keluarga lo ulang tahun dan merayakannya, lo ngapain dong? Masa pura-pura gatau?" gw bertanya
"Gini, waktu itu kan si ade ulang tahun, gw diem dan ga ngucapin. Gw cuma makan pizza aja, daripada mubazir."

Dari penjelasan dia, gw memahami beberapa hal mengenai pandangan dia tentang ulang tahun. Memang secara logika, seharusnya kita bersedih pada saat bertambahnya usia kita. Kenapa? Semakin bertambah usia, semakin dekat kita dengan kematian. Namun bukan berarti hanya orang-orang yang sudah tua yang mati, karena kematian hanya Allah yang mampu mengetahuinya. Namun bukan berarti juga kita tidak bisa berbahagia. Kenapa? Karena setiap hari adalah anugerah, hari apapun itu, tetaplah sebuah berkah. Benar bukan? :)

Memang tidak benar apabila kita hura-hura dan menghabiskan banyak uang dengan pesta-pesta besar ketika berulang tahun. Tapi gw lebih setuju, lebih baik kita sama-sama membaca do'a dengan keluarga. Dan di penghujung hari, lebih baik kita bermuhasabah.. Sudah berapa tahun kita hidup? Sudah berapa waktu yang kita sia-siakan dengan terbuang percuma? Sudah pantaskah ibadah kita kepadaNya? 

Dan gw ingat sebuah kalimat,
"Orang tua sudah ada dari semenjak kita muda, namun ketika kita tua, belum tentu orang tua kita masih ada."
Intinya adalah, semakin kita beranjak dewasa, bertambah umurnya, maka beban orang tua akan berbalik kepada kita. Dan orang tua akan menjadi tanggung jawab kita.

Maka, ulang tahun, adalah sebuah refleksi diri, sebuah nilai, sebuah 'sesuatu' yang tetap berarti, meski kita tidak mengkuduskannya.

Selamat hari ulang tahun dan bertambah usia untuk semua manusia yang mengalaminya di hari ini.
Semoga Allah selalu menyertai di setiap langkahmu..
Tetaplah tersenyum dan berbahagia di dalam hidupmu.
Dan ingatlah,
"Tua itu pasti, dewasa itu pilihan."
Baca Selengkapnya ...