Senin, 19 November 2012

Tinta...


ketika semua saling mengkeruhkan..
jangan pernah menjadi tinta putih diatas kain hitam..
karna tinta itu akan terserap kedalam kain hitam, dan menyatu ke dalamnya..
ketika saling menjatuhkan..
ketika sudah bias yang mana yang benar, dan yang mana yang salah..

tapi biarkan.. dan ambillah kain putih..
dimana akan kau goreskan warna emas..
dimana ia kan menyatu dengan sang putih..

kemudian, lapisilah antar kedua kain itu,
selembar kain abu-abu..
kemudian biarkanlah ia menyerap hitamnya,
sehingga kedua kain itu menjadi putih..
dan kain abu-abu itu berubah menjadi hitam..

maka akan tergoreskan tinta emas itu antar keduanya...
Baca Selengkapnya ...

Sebuah do'a: K.H. Rahmat Abdullah



Dilantunkan oleh K.H. Rahmat Abdullah pada Deklarasi Partai Keadilan
Lapangan Masjid Agung Al-Azhar Jakarta, 09 Agustus 1998, yang 
diiringi oleh tetesan air mata hadirin.


Ya ALLAH, berikan taqwa kepada jiwa-jiwa kami dan sucikan dia. 
Engkaulah sebaik-baik yang, mensucikannya. 
Engkau pencipta dan pelindungnya 

Ya ALLAH, perbaiki hubungan antar kami 
Rukunkan antar hati kami 
Tunjuki kami jalan keselamatan 
Selamatkan kami dari kegelapan kepada terang 
Jadikan kumpulan kami jama'ah orang muda yang menghormati orang tua
Dan jama'ah orang tua yang menyayangi orang muda 
Jangan Engkau tanamkan di hati kami kesombongan dan kekasaran terhadap sesama hamba beriman
Bersihkan hati kami dari benih-benih perpecahan, pengkhianatan dan kedengkian

Ya ALLAH, wahai yang memudahkan segala yang sukar 
Wahai yang menyambung segala yang patah 
Wahai yang menemani semua yang tersendiri 
Wahai pengaman segala yang takut 
Wahai penguat segala yang lemah 
Mudah bagimu memudahkan segala yang susah 
Wahai yang tiada memerlukan penjelasan dan penafsiran 
Hajat kami kepada-Mu amatlah banyak 
Engkau Maha Tahu dan melihatnya 

Ya ALLAH, kami takut kepada-Mu 
Selamatkan kami dari semua yang tak takut kepada-Mu 
Jaga kami dengan Mata-Mu yang tiada tidur 
Lindungi kami dengan perlindungan-Mu yang tak tertembus 
Kasihi kami dengan kudrat kuasa-Mu atas kami 
Jangan binasakan kami, karena Engkaulah harapan kami 
Musuh-musuh kami dan semua yang ingin mencelakai kami 
Tak akan sampai kepada kami, langsung atau dengan perantara 
Tiada kemampuan pada mereka untuk menyampaikan bencana kepada kami

"ALLAH sebaik baik pemelihara dan Ia paling kasih dari segala kasih"

Ya ALLAH, kami hamba-hamba-Mu, anak-anak hamba-Mu 
Ubun-ubun kami dalam genggaman Tangan-Mu 
Berlaku pasti atas kami hukum-Mu 
Adil pasti atas kami keputusan-Mu 

Ya ALLAH, kami memohon kepada-Mu 
Dengan semua nama yang jadi milik-Mu 
Yang dengan nama itu Engkau namai diri-Mu 
Atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu 
Atau Engkau ajarkan kepada seorang hamba-Mu 
Atau Engkau simpan dalam rahasia Maha Tahu-Mu akan segala ghaib 
Kami memohon-Mu agar Engkau menjadikan Al Qur'an yang agung 
Sebagai musim bunga hati kami 
Cahaya hati kami 
Pelipur sedih dan duka kami 
Pencerah mata kami 

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Nuh dari taufan yang 
menenggelamkan dunia 

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Ibrahim dari api kobaran yang marak menyala

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Musa dari kejahatan Fir'aun dan laut yang mengancam nyawa

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Isa dari Salib dan pembunuhan oleh kafir durjana

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Muhammad alaihimusshalatu wassalam dari kafir Quraisy durjana, Yahudi pendusta, munafik khianat, pasukan sekutu Ahzab angkara murka

Ya ALLAH, yang menyelamatkan Yunus dari gelap lautan, malam, dan perut ikan

Ya ALLAH, yang mendengar rintihan hamba lemah teraniaya 
Yang menyambut si pendosa apabila kembali dengan taubatnya 
Yang mengijabah hamba dalam bahaya dan melenyapkan prahara 

Ya ALLAH, begitu pekat gelap keangkuhan, kerakusan dan dosa 
Begitu dahsyat badai kedzaliman dan kebencian menenggelamkan dunia
Pengap kehidupan ini oleh kesombongan si durhaka yang membuat-Mu murka
Sementara kami lemah dan hina, berdosa dan tak berdaya 

Ya ALLAH, jangan kiranya Engkau cegahkan kami dari kebaikan 
yang ada pada-Mu karena kejahatan pada diri kami 

Ya ALLAH, ampunan-Mu lebih luas dari dosa-dosa kami 
Dan rahmah kasih sayang-Mu lebih kami harapkan daripada amal usaha kami sendiri

Ya ALLAH, jadikan kami kebanggaan hamba dan nabi-Mu 
Muhammad SAW di padang mahsyar nanti 
Saat para rakyat kecewa dengan para pemimpin penipu yang memimpin dengan kejahilan dan hawa nafsu 
Saat para pemimpin cuci tangan dan berlari dari tanggung jawab 
Berikan kami pemimpin berhati lembut bagai Nabi yang menangis 
dalam sujud malamnya tak henti menyebut kami, ummati ummati, ummatku ummatku 
Pemimpin bagai para khalifah yang rela mengorbankan semua kekayaan demi perjuangan
Yang rela berlapar-lapar agar rakyatnya sejahtera 
Yang lebih takut bahaya maksiat daripada lenyapnya pangkat dan kekayaan

Ya ALLAH, dengan kasih sayang-Mu Engkau kirimkan kepada kami da'i penyeru iman 
Kepada nenek moyang kami penyembah berhala 
Dari jauh mereka datang karena cinta mereka kepada da'wah 
Berikan kami kesempatan dan kekuatan, keikhlasan dan kesabaran
Untuk menyambung risalah suci dan mulia ini 
Kepada generasi berikut kami 
Jangan jadikan kami pengkhianat yang memutuskan mata rantai kesinambungan ini 
Dengan sikap malas dan enggan berda'wah 
Karena takut rugi dunia dan dibenci bangsa

(sebuah pengantar dari buku karya Alm. K.H Rahmat Abdullah "Untukmu Kader Dakwah"
Baca Selengkapnya ...

Malaikat Yang Patah Sayapnya



Dan aku mengenal seseorang yg sangat tegar dalam menghadapi hidupnya. Dan, dia hanya seorang malaikat yang sayapnya patah..

Dan diantara hitam dan putih warna hidupnya, dia menemukan satu titik sinar, yang baginya merupakan sebuah anugrah..
Sumber: google.com

Ketika sinar itu menghilang dan padam, dia merasakan sakit yang lebih dari pada semua sakit didunia ini, dan dia pun terjatuh dan terpuruk.
Sungguh pintar dia menyembunyikan apa yang dia rasakan. Dan dia bukan pengemis yang meminta belas kasihan. Dengan kelapangan dadanya, dia berjalan dan bergerak dengan mantap dan terus mendongakkan kepalanya.

Tanpa orang-orang sadari dan pahami, bahwa dari sorot matanya, rasa sepi yang mendalam mulai menyeruak. Tajam dan lebih lekat dari sebelumnya. Ketika orang lain memiliki rumah dan keluarga yang mampu merangkulnya, dia sama sekali tidak memiliki apa-apa. Dengan penuh kelapangan dada, dengan tanpa pengharapan, sebenarnya dia sangat membutuhkan titik sinar itu, walaupun hanya redup dan kecil.

Dan ketika sebuat garis takdir memutuskan untuk menghidupkan kembali cahaya itu. Dia pun menangis dalam diam, dalam hati. Dan dalam hati kecilnya dia berkata, "Aku tau kamu tidak abadi.. Karna itu, aku sudah mempersiapkan diri ketika kau padam kembali." Sinar itu pun tidak terlalu menghangatkannya layaknya dulu. Karna apa, karna dia tau dan meyakini, bahwa sinar itu akan kembali padam

Dan yg aku pahami dari semua ini adalah.. Ada manusia yg ternyata hidup tanpa harapan, dan penuh kerendahan diri. Padahal manusia diciptakan dengan sebegitu indah dan sempurna sebagai makhluk. Indah karna memiliki ruh-Nya, sempurna karna diberkahi akal-Nya. 

Dan ketika kita merendahkan diri dan berputus asa, niscaya kita tidak menggunakan apa yg kita miliki. Dan melupakan arti keoptimisan. Padahal hidup penuh dengan warna-warni, dan penuh dengan keanekaragaman kehangatan. Manis, dan indah.

Hidup itu anugrah.. Apapun bentuknya.
Dan ketika satu cinta yg menghangatkan diri kita, maka yakinilah cinta itu. Dan tetaplah mantap menatap kedepan. Dan mungkin tanpa disadari, cinta itu selalu menatapmu, menemanimu.. Dengan apapun bentuknya, meski dia tidak disampingmu.
Dan yakinlah satu hal, bahwa cinta itu selalu ada untukmu.. Dan kau pantas untuk mencintai dan dicintai. Menemani dan ditemani. Wahai kau malaikat yg sayapnya patah, tersenyumlah.. Dan hilangkan rasa sepi dihatimu. 
Sumber: google.com

"Terbanglah kepadaku.. Manusia sempurna untukku.. Kulihat, kurasa, kucium, dan kudengar. Dia......" Manusia sempurna - Nidji

Baca Selengkapnya ...

Pacaran sebagai Pilihan: Ya atau Tidak?

Membahas hal ini, sebenarnya adalah sebuah hal yang cukup sensitif di kalangan generasi muda. Kenapa? Karena hal ini masih menjadi pro dan kontra dengan cara yang berlebihan. Kenapa berlebihan? Karena banyak yang tidak mau diganggu gugat tentang masalah pacaran yang berbau ke arah "Perasaan".

Gw menulis postingan ini, bukan berarti gw ga pernah pacaran, gw pernah berpacaran beberapa kali, dan gw mengakui itu. Berdasarkan pengalaman, pengamatan, dan obrolan dengan orang lain, akhirnya gw memutuskan untuk membuat postingan ini.

Sebenarnya, apa sih itu pacaran?
Pacaran adalah hubungan tanpa ikatan secara sah, yang hanya terdiri dari ikatan batin dan komitmen. Ketika ada yang bertanya, apa bedanya HTS (Hubungan tanpa Status), TTM (Teman Tapi Mesra), dan pacaran? Gw bisa menjawab, Tidak ada bedanya. Yang berbeda hanyalah biasanya yang HTS dan TTM masih bisa berhubungan dengan orang lain, dan itu tidak dikategorikan selingkuh. Tapi kalau interaksi, menurut gw sama saja, smsan dengan intens, saling memperhatikan, dan lain sebagainya.

Beberapa hal yang membuat orang memilih untuk siap dan berani berpacaran atau HTS, diantaranya:

1. Kesepian 
    Rata-rata banyak yang berpacaran karena alasan ini. Biasanya adalah orang-orang yang tidak memiliki 
   banyak teman, atau mungkin orang-orang yang teman-temannya sudah duluan lulus kuliah ataupun bekerja, 
   sehingga tidak ada teman hang-out. Maka pacaran lah menjadi pilihan.

2. Kasihan
    Ada saja orang yang memutuskan untuk menerima seseorang menjadi pacarnya dikarenakan alasan ini. 
    Misalnya dia sudah lama dikejar-kejar, dan si cowo sudah melakukan apapun demi si cewe, akhirnya 
    karena kasihan, diterima dan mereka pun pacaran. Biasanya pacaran mereka tidak langgeng, karena si 
    cowo akhirnya sadar bahwa si cewe hanya menerima dikarenakan kasihan.

3. Gengsi karena terlalu lama menjomblo
     Biasanya ada sekelompok cewe ataupun cowo yang menjadikan pacaran sebagai taruhan. Apalagi bila 
     dia sudah lama jomblo, atau tidak pernah pacaran. Ini biasanya hanya pacaran main-main.

4. Ingin melakukan yang 'aneh-aneh'
    Tidak dipungkiri, dalam usia-usia produktif baik laki-laki maupun perempuan sudah paham akan hal-hal 
    yang berbau 'aneh-aneh' atau lebih tepatnya masalah 'seksual'. Ada beberapa kasus dimana pacaran 
    dijadikan sebagai tempat pelampiasan nafsu belaka, tanpa didasari nilai apapun. Naudzubillah.. Tapi ini 
    benar adanya dan sudah cukup banyak kasus yang mempublikasikan hal ini. Biasanya ini adalah hubungan 
    paralel, dimana masing-masing dari pasangan memiliki pasangan yang lain. 

5. Terlalu buta
    Maksud buta disini adalah sudah buta akan segala hal. Misalnya ada seorang aktivis dakwah kampus yang 
    jilbabnya besar, tapi memutuskan untuk berpacaran dengan sesama aktivis pula. Biasanya ini dikarenakan   
    adanya godaan setan, dan perasaan yang terlalu menggebu-gebu, sedangkan pernikahan belum bisa 
    dilaksanakan karena berbagai faktor. Akhirnya pasangan tersebut menghentikan karirnya dan malah terus 
    berpacaran. Biasanya hubungan ini pun kandas di tengah jalan, baik karena memang sudah sama-sama 
    sadar, atau memang salah satunya menikah dengan yang lain.

Diantara hal-hal di atas, biasanya memang banyak yang kandas ditengah jalan, ataupun ada juga yang memang berjodoh hingga menuju ke pelaminan. Dan itu bukan ditentukan oleh pacaran, tapi karena takdir Allah swt. Seperti perkataan seseorang,
"Pacaran bisa dengan siapa saja, tapi menikah adalah urusan takdir Allah swt"

Pacaran memiliki nilai positif dan negatif, yaitu:
a. Nilai positif
   Apa ya? Jujur, gw yang sudah berpacaran beberapa kali pun masih bingung nilai positifnya. Ada beberapa 
  yang bilang, keuntungannya adalah bisa mengenal dan memilih calon istri sampai mendapatkan yang terbaik. 
  Tapi menurut gw itu tidak adil, dan malah seperti coba-coba. Tapi memang, pacaran itu memberikan 
  euforia terhadap setiap manusia. Merasa ada yang memperhatikan, merasa bahagia, tapi jujur saja, ketika 
  semua kandas, rasanya semu dan wajar saja, terasa sakit.

b. Nilai Negatif
   1. Boros
      Pacaran itu harus saling traktir, saling jajanin, saling mengeluarkan uang demi kepentingan bersama. Dan 
      harus ada momen jalan-jalan, makan di luar (apalagi anak kosan, bisa jadi miskin mendadak gara-gara 
      pacaran). Belum lagi pulsa yang membengkak. Memang memberikan kebahagiaan, yang penting terasa 
      senang, tapi kasihan orang tua. Benar kan?

   2. Patah hati ketika Putus
      Pernah merasakan patah hati? Oleh cinta pertama? Ditinggalkan ketika sedang menjalani hubungan? 
      Paham kan rasanya? Subhanallah.. Rasa sakit yang luar biasa. 

  3. Memecah konsentrasi
     Ketika sedang ada kepentingan, mengerjakan tugas, atau bekerja, tiba-tiba si pacar sms dan merengek 
     untuk minta diantar ke suatu tempat. Kita bilang tidak bisa, tapi dia malah mengancam untuk putus dan 
     menteror kita. Akhirnya kerjaan kita jadi tidak selesai, dan yang ada malah kesal dalam hati.

  4. Dekat pada Zina
    Ini jelas terjadi pada orang pacaran. Dimulai dari pegangan, pelukan, ciuman, dan sampe hubungan suami-
    istri. Sudah banyak kejadian sex bebas di luar nikah, berganti-ganti pasangan, bahkan sudah jadi tren di 
    kalangan anak muda melahirkan di luar nikah. Astaghfirulloh! Ingat pada dosa, ingat orang tua. Yang malu 
    bukan hanya diri sendiri, tapi juga orang tua, keluarga besar, sekolah, dan guru-guru kita. Dan hal ini tidak 
    terjadi pada anak-anak yang bergaul bebas, namun juga ada saja kejadian di kalangan orang-orang 'alim' 
    yang berjilbab. Astaghfirulloh..! 

Begitulah fenomena yang terjadi pada orang pacaran berdasarkan dari sudut pandang gw. Dan tergantung pada kalian untuk memilih pacaran. Ya atau tidak. 
Baca Selengkapnya ...

Review Buku: Wisdom of Gontor


Berbagai macam buku sudah diterbitkan yang menceritakan tentang suatu ormas ataupun organisasi. Salah satu buku yang menarik perhatian gw adalah buku: Wisdom of Gontor karangan dari Tasirun Sulaiman yang diterbitkan oleh Mizan pada tahun 2009.

Sumber: google.com
Buku ini menceritakan sejarah dari Gontor yang berhubungan dengan perkembangan Islam di Indonesia. Bahasanya cukup dimengerti meski dengan banyaknya istilah Jawa yang sangat kental. Banyak pesan moral dan juga nilai-nilai kearifan yang diajarkan oleh Pondok Pesantren Gontor, di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Banyaknya tokoh-tokoh yang me-review buku ini membuktikan bahwa memang Ponpes Gontor adalah salah satu ponpes yang berhasil menghasilkan tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam berbagai bidang, diantaranya adalah Hidayat Nur Wahid, Emha Ainun Nadjib, Abu Bakar Baasyir, Ahmad Fuadi, dan lain sebagainya. 

Buku ini terlihat sebagai sebuah 'promosi' akan ponpes Gontor, namun bukan itu yang gw garis bawahi, tetapi banyaknya hikmah dan nilai-nilai perjuangan yang dilakukan ponpes ini demi perkembangan nilai Agama Islam di Indonesia, dan itu patut diacungi jempol. Silakan dibeli dan dibaca bukunya!


Baca Selengkapnya ...